Showing posts with label cerita meteor. Show all posts
Showing posts with label cerita meteor. Show all posts

Monday, May 3, 2010

meteor ufo jatuh ke bumi

Meteor ufo jatuh ke bumi
Meteor yang sampai ke Bumi dalam ukuran cukup besar merupakan kejadian langka, tetapi kemungkinan meteorit mengenai permukiman akan meningkat seiring memadatnya penduduk. Ancaman lain dari antariksa muncul dengan bertambahnya jumlah sampah antariksa berupa rongsokan satelit.
Meteorit yang menimpa rumah kediaman seperti yang terjadi Kamis (29/4/2010) di permukiman padat di Kelurahan Malakasari, Duren Sawit, Jakarta Timur, menurut catatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), merupakan yang pertama kali terjadi di Indonesia.

Selama ini meteorit—batu meteor yang sampai ke permukaan bumi—jatuh di wilayah tak berpenghuni. Tujuh tahun terakhir LAPAN mencatat ada beberapa kejadian meteorit di wilayah Indonesia, antara lain berlokasi di pinggir hutan dekat Pontianak, Kalimantan Barat, (2003); di sebuah lahan terbuka di Tegal; dan daerah persawahan di Gianyar, Bali (2008).
Yang terakhir adalah meteor yang jatuh di Bone, Sulawesi Selatan, Oktober 2009. Meteor berdiameter sekitar 10 meter yang jatuh di perairan dekat Teluk Bone ini menimbulkan ledakan yang besar di udara, dan dilihat oleh banyak saksi mata.
Sejak tahun 1908, wilayah daratan Indonesia diketahui pernah kejatuhan 17 meteor berukuran relatif besar. Kejadian paling awal adalah meteor seberat 1,63 kilogram yang ditemukan di Pulau Kangean, Sumenep, Jawa Timur, 27 November 1908. Meteor yang terberat ditemukan di Jumapolo, Jawa Timur, 13 Maret 1984, seberat 32,49 kg.
Kejatuhan benda langit



Setiap bulan sesungguhnya permukaan Bumi ini terkena jatuhan meteorit. Namun, banyak yang tidak diketahui manusia karena jatuh di laut, hutan, rawa, dan daerah terbuka lainnya. Meteorit yang jatuh di wilayah Indonesia bisa terjadi 2 hingga 3 tahun sekali. Peluang jatuh di darat pun kecil karena sebagian besar wilayahnya berupa lautan.
Ukuran meteorit yang sampai ke permukaan Bumi pun sangat kecil, berupa serpihan dan pasir. Benda antariksa itu masuk ke atmosfer dengan kecepatan sekitar 100.000 kilometer per jam. Ia biasanya akan terkikis oleh massa udara yang relatif padat di atmosfer Bumi. Akibatnya, meteorit akan mulai terbakar dengan suhu ratusan derajat celsius menyerupai bola api pada ketinggian 100 km dari permukaan Bumi.
”Oleh karena itu, begitu sampai di Bumi, meteorit telah hancur berkeping-keping berupa serpihan,” ujar Thomas Djamaluddin, pakar astronomi dan astrofisika dari Lapan.
Karena panas yang sangat tinggi, bagian luar meteorit akan meleleh hingga menyisakan material yang menghitam di permukaan Bumi.
Meteorit umumnya mengandung nikel dan logam lain. Adapun yang berupa batuan terdiri dari karbon dan silikat. ”Material dari langit itu tidak mengandung zat beradiasi atau radioaktif,” kata Thomas.
 sumber kompas
cerita meteor,  meteor jatuh ke bumi, benda ufo,  ufo jatuh ke bumi, ledakan meteor, ledakan ufo, ledakan aneh, ledakan benda angkasa, cara meteor jatuh ke bumi, cara ufo jatuh ke bumi

Sunday, May 2, 2010

cerita ufo meteor benda angkasa duren sawit

cerita ufo meteor benda angkasa duren sawitDua hari pasca ledakan meteorit di Duren Sawit banyak warga yang masih antusias melihat lokasi kejadian. Mereka ini berdatangan sejak pagi dari sekitar lokasi kejadian.

Murid-murid Sekolah Dasar dan para guru sekolah di kawasan Duren Sawit terlihat lalu lalang menyaksikant rumah berlantai dua yang hancur itu. Sambil lewat, mereka saling bertanya, kenapa rumah itu bisa hancur.


Dari orang dewasa sampai anak kecil berdesak-desakan di gang sempit yang hanya berukuran kurang dari dua meter itu. Puluhan motor yang diparkir sembarangan disepanjang gang II semakin mempersempit jalan.

"Ih serem ya," ujar para siswa sekolah SD II Malaka Raya yang melongok melihat lokasi kejadian, Sabtu 1 Mei 2010. Di lokasi memang terlihat puing-puing dan reruntuhan bekas tembok bertumpuk di dalam rumah akibat hantaman meteorit.

Tak hanya siswa dan penduduk sekitar, suasana mistis pun mulai meliputi warga sekitar. Warga Kayu Teratai Putih I Perumnas, H Budi Hartoyo mengatakan ada yang bercerita tentang kemungkinan ada UFO dan makhluk asing lain di alam ini. Satelit-satelit pemancar yang berada dilokasi kejadian pun disebut-sebut menjadi penyebabnya.

"Mungkin karena banyak menara telkom (Menara BTS) itu ya Mas," tanya Budi berspekulasi. Tak hanya itu, Budi pun mengatakan ada juga orang perantauan yang sengaja datang jauh dari Jawa Tengah untuk mengadu nasib dengan mencari sisa-sia batu meteor itu untuk dijadikan jimat atau keberuntungan.

"Tadi sempat ada yang nanya saya, Pecahan batu melejitnya ke mana ya? Ada lihat pak," tanya seorang ibu-ibu kepada warga sekitar yang mengaku dari Wates, Jawa Tengah. Ibu-ibu itu, kata Budi, tidak sendiri ia pergi dengan dua temannya. "Saya pikir, aneh-aneh saja ya orang mencari batu, meteor kok dijadikan jimat," tuturnya.(umi

Sumber viva
cerita ufo, cerita meteor, ledakan duren sawit,  cerita meteor duren sawit, benda ufo, ledakan meteor, Meteorit,